Ditulis oleh BlackMate

7 Alasan Klasik Kenapa Banyak Mahasiswa Semester Akhir Lama Ngerjain Skripsi

Skripsi adalah sebuah tugas yang wajib dikerjakan oleh setiap mahasiswa semester akhir sebelum mereka bisa mengikuti wisuda. Tetapi ada beberapa kampus yang memberikan pilihan kepada mahasiswanya untuk tidak mengambil skripsi.

Banyak sekali mahasiswa semester akhir yang terlambat wisuda dan banyak diantara mereka mempunyai alasan klasik yang cukup sama antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya.

Berikut adalah alasan-alasan klasik kenapa banyak mahasiswa yang lama lulus kuliah karena terkendala dengan skripsi

1. Kuliah Sambil Kerja

Alasan ini sangat sering dipakai oleh mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Ini merupakan salah satu resiko ketika seorang mahasiswa sudah mengenal uang tambahan dengan hasil usaha mereka sendiri. Biasanya mahasiswa tipe ini mulai kerja ketika mereka sudah tidak ada jadwal kuliah lagi dan waktu mereka hanya untuk mengerjakan skripsi. Tapi akhirnya mereka harus membagi waktu mereka dengan hal yang tidak bisa ditinggalkan.

2. Dosen Galak atau Susah untuk Ditemui

Udah 10 kali datang ke ruangan beliau tapi bilangnya meeting, eh ternyata lagi ngopi dikantin. Pas ketahuan, baru deh mau diajak bimbingan.

Yep, anggapan dosen galak dan susah untuk ditemui sepertinya sudah biasa kita dengar. Tidak semua dosen itu mudah diajak kompromi ketika kita akan bimbingan. Terkadang dosen yang kita anggap galak dan mau ini itu adalah dosen yang akan mempermudah kita dalam sidang skripsi nanti. Semakin sering kita bimbingan dan diberikan pengarahan materi, semakin mudah pula kita menguasai materi saat sidang.

Jadi, kalau misal dosen pebimbing kamu sekarang adalah tipe yang galak, positif saja pasti dia mempunyai maksud dan yang bagus, dan kalau dosenmu susah untuk ditemui, kempesin saja ban motor atau mobilnya kemudian bantu dia mengganti ban atau menambal ban. Siapa tau dia bisa luluh, kan? 😛

3. Tidak Menguasai Materi Skripsi

Banyak mahasiswa yang mengeluh karena materi skripsinya susah dipahami. Biasanya mahasiswa tipe ini hanya asal mengambil judul skripsi atau hanya mengikuti temannya mengambil tema skripsi yang sama dengan tujuan mereka bisa dibantu dalam pengerjaan skripsi tersebut. Tetapi kebanyakan para mahasiswa tingkat akhir ketika mereka sudah mulai skripsi, sifat individu mereka akan muncul. Skripsi mereka saja sudah susah, jadi jangan terlalu berharap mereka akan membantumu dengan maksimal.

4. Mager Karena Sudah Tidak Ada Jadwal Mata Kuliah

Siapa sih mahasiswa yang tidak mager ketika sudah tidak ada jadwal kuliah dan hanya ada jadwal bimbingan yang hanya bisa bertemu dengan dosen pembimbing 1-2 kali seminggu?

Rasa malas atau mager inilah yang sebenarnya menjadi musuh utama. Tapi ingat, berapa uang yang kamu keluarkan untuk biaya hidupmu selama diperantauan? Uang makan, transportasi atau mungkin uang kost/kontrakan.

5. Tidak Ada Teman Untuk Bimbingan Bersama

STOP menggunakan alasan ini, kamu tidak perlu menunggu temanmu untuk bimbingan bersama, ketika naskahu sudah selesai usahakan secepatnya untuk minta revisi kepada dosenmu. Karena menunggu temanmu yang entah progressnya sampai mana  hanya akan membuang waktumu saja !!!

6. Selalu Sibuk (Si Pecinta Hangout)

Ada film baru langsung nonton, ada konser musik band kesayangan langsung nonton, diajak gebetan untuk ketemuan sama gebetan lainnya, langsung bilang “Iya”. Hei, cobalah untuk bilang tidak kepada teman-temanmu, luangkan sedikit waktu hangoutmu untuk menyelesaikan skripsi.

Sering kali kita merasa jenuh ketika harus memikirkan kata-kata yang tepat didalam sebuah skripsi, jadi sesekali bawalah laptop ketika kamu diajak ngopi oleh teman-temanmu. Siapa tau dengan adanya mereka disampingmu, ide-ide brilianmu akan muncul.

7. Nanti Saja, Dosennya Baik Kok (Si Mahasiswa Perfectionist)

Yakin deh, di dalam kelasmu pasti punya salah satu teman dengan tipe perfectionist. Biasanya namanya sering disebut dan sering dipuji oleh dosen karena kepintarannya. Sering juga menjadi mahasiswa rebutan ketika ada tugas kelompok.

Tapi jangan salah, tidak semua mahasiswa tipe ini selalu cepat wisuda. Terkadang karena kepintarannya, dia menganggap remeh skripsinya tersebut.

Atau bahkan mahasiswa seperti ini mempunyai judul yang cukup rumit, bahkan dosen pembimbinya pun sampai bosan melihat dia bimbingan karena dia selalu minta ini itu walaupun skripsinya sudah layak untuk sidang.

Gak perlu lulus tepat waktu, tapi lulus tepat pada waktunya.

Pernah mendengar istilah tersebut?

Sadarlah sob, jangan lagi mau tertipu oleh istilah-istilah konyol. Ingat, umurmu sudah semakin bertamhah dan kamu punya tanggung jawab kepada orang tua. Mereka pasti akan sangat bahagia dan bangga ketika melihat anaknya memakai toga diruang wisuda.

Jangan sampai kamu wisuda bersama adik tingkat 4 tahun dibawahmu.

Jadi, sudah sampai mana progress skripsimu?

BlackMate

Indonesian Lifestyle Magazine - Anak Muda Harus Berkarya

7 Alasan Klasik Kenapa Banyak Mahasiswa Semester A…

by BlackMate time to read: 3 min
0